Spotlight 02

LAMPU “SEHEN” HEMAT BIAYA DAN ENERGI

BERKAT ENERGI SOLLUSINDO (BELL) yang beralamat di Surabaya merupakan perusahaan yang bergerak dibidang produksi  peralatan elektronika. Perusahaan yang pernah mendapatkan kunjungan dari Bpk. Dahlan Iskan yang waktu itu masih menjabat DIRUT PT.PLN ini memproduksi Lampu SEHEN yang hemat biaya dan energi. Lampu SEHEN ini sebelum diluncurkan ke masyarakat telah mengalami berbagai uji coba dan kelayakan di Balai Besar Teknologi Energi (B2TE) BPPT dan LIPI untuk hasil pengetesan cahaya lampu (LUMEN)

     

     

(Jakarta, 4/9) Sebanyak 968 Kepala Keluarga yang berada di distrik Aimundo dan distrik Padaido, Kabupaten Biak Numfor mulai menimati layanan penerangan dari PLN melalui kehadiran PLTS SEHEN (Super Ekstra Hemat Energi) Mandiri. Peresmian penggunaan PLTS ini dilakukan oleh Bupati Biak Numfor, Yusuf Melianus Maryen bersama General Manager PLN Wilayah Papua & Papua Barat (WP2B), Robert Sitorus, Senin (3/9) di kampung Pasi, distrik Aimando Kabupaten Biak Numfor, yang berjarak tempuh 1,5 jam perjalanan laut dengan menggunakan transportasi Speed Boat dari pusat kota Biak.

Acara peresmian penggunaan PLTS SEHEN Mandiri ini turut dihadiri oleh jajaran Muspida kabupaten Biak Numfor serta jajaran Manajemen PLN WP2B dan disaksikan oleh masyarakat setempat.

“Pemasangan Lampu SEHEN telah dilakukan secara bertahap sejak bulan Juni 2012 hingga seluruh rumah di kedua distrik diatas mendapatkan penerangan, dikatakan juga bahwa di 2 kabupaten telah dipasangi Lampu Sehen Sebanyak 968 set, masing-masing 709 set di distrik Aimundo yang memiliki 11 kampung dan 259 set di distrik padaido di 4 kampung” ujar Syaifuddin, Manajer Area Biak.

GM PLN WP2B, Robert Sitorus menyatakan bahwa PLTS SEHEN Mandiri adalah sebagai bentuk komitmen PLN dalam melistriki seluruh wilayah di propinsi Papua & Papua Barat yang selama ini belum menikmati layanan listrik PLN, khususnya daerah kepulauan atau isolated seperti yang ada di kabupaten Biak Numfor. “Untuk melayani daerah-daerah yang isolated yang banyak terdapat di Papua & Papua Barat, PLN hadir memberikan layanan penerangan bagi masyarakat melalui PLTS SEHEN Mandiri. Ini sebagai langkah awal, sambil kami melihat untuk mengembangkan potensi sumber daya alam lainnya untuk dikembangkan menjadi sumber listrik” jelas Robert Sitorus.

Program PLTS SEHEN Mandiri ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat, salah satunya dengan bentuk pembayaran deposit untuk 3 bulan pemakaaian sebanyak Rp. 105.000,- (Rp. 35.000/bulan ) untuk 1 set PLTS SEHEN Mandiri yang dipasang dan untuk bulan berikutnya diharapkan partisipasi positif dari masyarakat. “Pemerintah berharap agar masyarakat dapat menjaga penerangan yang sudah ini dengan sebaik-baiknya. Kami berharap PLN dan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dapat terus bersama-sama bersinergi untuk membawa terang bagi masyarakat yang ada di tempat kami” pesan Bupati Biak Numfor, Yusuf Melianus Maryen.

Pada kesempatan ini pula, masyarakat distrik Aimando dan distrik Padaido yang diwakili oleh Kafiar, tokoh masyarakt setempat juga menghibahkan Tanah Ulayat kepada PLN yang diterima GM PLN WP2B untuk digunakan membangun PLTS berkapasitas 150 kWp yang membutuhkan lahan seluas 2000 m2. Hal ini sebagai bentuk partisipasi dan dukungan penuh mayarakat terhadap pembangunan PLTS di daerah mereka.

 

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) SEHEN menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan rasio elektrifikasi termasuk rasio desa berlistrik di Propinsi Maluku yang kondisi geografisnya unik, dan PLN di tahun 2013 ini akan melistriki 53 desa sebagaimana program yang telah disiapkan dan untuk 383 desa lainnya yang juga membutuhkan listrik, secara bertahap akan kami listriki melalui  Program PLTS SEHEN Mandiri. Hal itu dikatakan oleh Kepala Divisi Distribusi dan Pelayanan Pelanggan PLN Direktorat Operasi Indonesia Timur, Wirabumi Kaluti dalam kesempatan pertemuan membahas mengenai rencana pembangunan kelistrikan di Propinsi Maluku, Selasa, 22 Januari 2013.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Ketua Komis B DPRD Propinsi Maluku, Markus Pentury, SE, MH dan Direktur Operasi PLN Indonesia Timur, Vickner Sinaga (kanan) yang didampingi Kadiv Distribusi dan Pelayanan Pelanggan DITOP PLN Indonesia Timur, Wirabum Kaluti. Pertemuan kali ini membahas berbagai hal, terutama menyangkut pembangunan kelistrikan di Propinsi Maluku.

Sekitar 436 desa di Propinsi Maluku hingga kini belum mendapatkan layanan listrik dari total 913 desa yang ada. Hal ini berarti masih sekitar 42 persen desa di Propinsi Maluku yang belum tersentuh layanan listrik PLN. Kondisi geografis yang berupa gugusan Kepulauan dan penduduk yang tersebar, menjadi salah satu penyebab utama kondisi belum terlistrikinya desa-desa di Maluku.

“Kami sangat ingin agar masyarakat di Maluku juga bisa merasakan dampak dari Kemerdekaan Indonesia dengan hadirnya layanan kelistrikan” harap Ketua Komisi B DPRD Maluku, Markus Pentury, SE,MH, selaku pimpinan delegasi DPRD Maluku.

Menanggapi aspirasi tersebut, Direktur Operasi PLN Indonesia Timur, Vickner Sinaga menyatakan bahwa sudah menjadi kewajiban PLN untuk membangun Indonesia melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan dan Propinsi Maluku termasuk yang menjadi prioritas dan fokus PLN di tahun 2013.

“PLN berkewajiban memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat, termasuk masyarakat yang hingga kini belum mendapat layanan listrik dengan mengupayakan seluruh daerah terlayani listrik 24 jam, karena sejatinya mereka juga berhak mendapatkan layanan listrik bukan hanya monopoli mereka yang saat ini sudah mendapatkan listrik”,kata Vickner Sinaga.

PLN, sambungnya,juga mengajak Pemerintah Daerah dan DPRD serta masyarakat di Maluku untuk bersama-sama mencari solusi pembangunan kelistrikan di Maluku. "Misalnya jika PLN akan membangun jaringan kelistrikan ataupun melakukan pemeliharaan jaringan listrik, mohon kiranya agar petugas PLN dapat dibantu untuk menyelesaikan kendala-kendala di lapangan”,pungkasnya.

                                                  

=================================================================================================

 

Solar Cell Energi masa depan yang ramah lingkungan

Energi adalah sesuatu yang sangat penting dalam alam raya ini, karena tanpa energi  tidak ada aktivitas di alam raya ini. itulah sebabnya kata salah seorang professor di Jepang bahwa hampir semua perselisihan di dunia ini, berpangkal pada perebutan sumber energi.

Secara umum sumber energi dikategorikan menjadi dua bagian yaitu non-renewable energy dan renewable energy. Sumber energi fosil adalah termasuk kelompok yang pertama yang sebagaian besar aktivitas di dunia ini menggunakan energi konvensional ini.

Sekitar tahun delapan puluhan ketika para ahli di Indonesia menawarkan sumber energi alternatif yang banyak digunakan di negara maju yaitu nuklir, banyak terjadi pertentangan dan perdebatan yang cukup panjang sehingga mengkandaskan rencana penggunaan sumber energi yang dinilai sangat membahayakan itu. Diantara usulan yang banyak dilontarkan kala itu adalah mengapa kita tidak menggunakan sumber Solar Cell (energi surya). Memang tidak diragukan lagi bahwa solar cell (energi surya) adalah salah satu sumber energi yang ramah lingkungan dan sangat menjanjikan pada masa yang akan datang, karena tidak ada polusi yang dihasilkan selama proses konversi energi, dan lagi sumber energinya banyak tersedia di alam, yaitu sinar matahari, terlebih di negeri tropis semacam Indonesia yang menerima sinar matahari sepanjang tahun.

Permasalahan mendasar dalam teknologi solar cell (energi surya) adalah efisiensi yang sangat rendah dalam merubah energi surya menjadi energi listrik, yang sampai saat ini efisiensi tertinggi yang bisa dicapai tidak lebih dari 20%, itupun dalam skala laboratorium

Untuk itu di negara-negara maju, penelitian tentang solar cell ini mendapatkan perhatian yang sangat besar, terlebih dengan isu bersih lingkungan・yang marak digembar gemborkan.

=======================================================================================

Energi Terbarukan Diberi Insentif Khusus Oleh Pemerintah

Pemerintah akan memberikan insentif bagi pengembangan energi baru terbarukan khususnya energi surya dan energi angin sesuai dengan Undang Undang Nomor 30 tahun 2007.


Hal tersebut diungkapkan Menteri ESDM Darwin Saleh dalam sambutan pembukaan acara Seminar dan Exhibition Indo Solar Wind 2011, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (11/5/2011).

"Saat ini insentif dalam bentuk apa yang akan diberikan Kementerian ESDM kepada para pengembang energi alternatif tersebut masih dalam proses perumusan bersama tim atau jajaran ESDM," ujarnya.

Dalam siaran pers yang diterima okezone, pemerintah menargetkan di 2025 pangsa pasar energi baru terbarukan bisa memberikan kontribusi sebesar 17 persen.

Diharapkan, pada 2025 energi surya dan energi angin sudah mampu memberikan kontribusi sebesar 0,6 persen atau setara dengan 16,3 juta SBM.

Source: http://economy.okezone.com/read/2011/05/11/320/455812/energi-terbarukan-bakal-diberi-insentif

 

=======================================================================================

Temu Ilmiah Energi Baru Terbarukan Di London

Kali Ini PowerBELL mengulas tentang temu Ilmiah yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris Raya (PPI UK) tentang energi baru terbarukan yang dilaksanakan di London.

Temu Ilmiah Internasional Mahasiswa Indonesia (TIIMI) tahun ini dikemas berbeda dan mengambil tema sangat menarik dan signifikan, yaitu: Sustaining Renewable Energy in Indonesia: Opportunities and Challenges from Multidisciplinary Perspectives, demikian siaran pers PPI UK yang diterima detikcom melalui Achmad Aditya, Senin malam atau Selasa (7/6/2011) pagi WIB.

Setiap latar belakang profesi dan pendidikan dapat turut berpartisipasi dengan menuangkan pemikiran, argumen dan gagasan cemerlang yang didapat melalui pendidikan dan pengalaman dalam berbagai macam bidang, seperti sains, politik, ekonomi, sosial dan budaya, hubungan internasional bahkan juga hukum.

"Pada akhirnya latar belakang profesi, pendidikan dan pengalaman peserta akan bermuara pada hal yang satu, yaitu mewujudkan energi terbarukan berkelanjutan di Indonesia," jelas Ketua Umum TIIMI 2011 Kevin Surya Widjaja.

Menurut Kevin memang telah banyak ide bermunculan di dunia sains mengenai sumber energi baru terbarukan. Namun permasalahan yang perlu diberi perhatian secara khusus pada saat ini adalah apakah semua ide dan alternatif yang ditawarkan tersebut tepat untuk diadopsi dan diterapkan di Indonesia?

"Konsumsi energi di Indonesia yang tidak sedikit dari tahun ke tahun mendorong kita untuk mencari alternatif energi baru terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi kita sehari-hari," ujar Kevin.

Secara khusus Atase Pendidikan KBRI London T. A. Fauzi Soelaiman mengatakan bahwa tema energi baru terbarukan dan konservasi energi sangat penting untuk diangkat sekarang ini.

"Isu-isu yang menjadi fokus dunia seperti pemanasan global, hujan asam, polusi udara, kenaikan harga minyak, perubahan kondisi kestabilan politik di negara penghasil minyak, semua mengarahkan kita untuk melakukan diversifikasi sumber energi, mencari energi lebih ramah lingkungan dan konservasi energi," jelas Soelaiman.

TIIMI memberikan peluang bagi para mahasiswa Indonesia, pemerintah, dan para pelaku industri yang bergerak atau tertarik di bidang energi baru terbarukan, untuk bertemu, bertukar ide, dan berdiskusi mengenai isu-isu terkait energi baru terbarukan dan konservasi energi.

Konferensi ini adalah suatu momentum tepat bagi seluruh mahasiswa Indonesia untuk memberikan pemikiran-pemikiran positif atas hal-hal yang mereka telah pelajari, pendapat beserta solusi-solusi cemerlang bagi masa depan bangsa yang lebih baik.

Panitia TIIMI 2011 mengundang putra-putri bangsa yang peduli pada energi baru terbarukan dan konservasi energi untuk mengirimkan abstrak penelitian sebelum tanggal 15/6/2011. Keterangan dan informasi lebih lanjut dapat dilihat di situsweb TIIMI 2011.

Kegiatan TIIMI telah dimulai sejak 11 tahun lalu dan selalu melibatkan mahasiswa Indonesia bukan saja yang sedang menempuh pendidikan di Inggris, tetapi juga dari negara-negara lain, seperti Australia, Belanda, Jepang, Libya, Mesir, Perancis, Singapura, dan juga dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa Indonesia dan Senat Mahasiswa Indonesia.

TIIMI selalu diikuti oleh dan melibatkan pelaku industri serta pihak pemerintah sesuai dengan keahlian masing-masing, juga mendapat dukungan penuh dari KBRI London khususnya Atase Pendidikan, British Council Indonesia dan para pemangku kepentingan seperti perusahaan-perusahaan ternama dan bank nasional maupun internasional sesuai dengan tema TIIMI pada setiap tahunnya.

Source: http://www.detiknews.com/read/2011/06/07/040832/1654438/10/ppi-uk-gelar-temu-ilmiah-energi-baru-terbarukan

 

=======================================================================================

Tahun 2025, Energi Baru dan Terbarukan Akan Kalahkan Minyak

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa menyampaikan bahwa pemerintah akan menggeser penggunaan minyak bumi menjadi energi baru dan terbarukan pada tahun 2025.

"Pada tahun 2025 nanti terjadi pergeseran yang besar di mana minyak tinggal 23 persen saja, sedangkan gas 19,7 persen, batubara 30,7 persen, dan energi baru dan terbarukan dari 5,7 persen meningkat menjadi 25,9 persen," ucap Hatta usai mengadakan rapat koordinasi mengenai Kebijakan Energi Nasional di Jakarta, Jumat (16/12/2011) sore.

Tahun 2010, terang Hatta, penggunaan minyak mentah masih mendominasi untuk pemenuhan kebutuhan energi masyarakat dengan 49,7 persen. Sedangkan, penggunaan gas sebesar 20,1 persen, dan batubara dengan 24,5 persen. Sementara penggunaan energi baru dan terbarukannya baru 5,7 persen.

Target penggunaan energi pada tahun 2025 ini diperoleh dengan melihat sumber daya alam yang dimiliki dan kebutuhan energi masyarakat. Atau, dilakukan analisis pasokan dan permintaan. Menurut Hatta, upaya ini penting untuk menjaga pasokan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ia menyebutkan, pemenuhan energi dalam kebijakan energi nasional harus memenuhi tiga prinsip utama. Prinsip pertama, terang Hatta, energi harus ada dan tersedia. Kedua, energi harus efisien. "Dan, yang ketiga prinsip (energi) harus bisa dijangkau oleh masyarakat," tambah dia. "Tentu ini akan kita persiapkan yang lebih matang lagi dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari MP3EI kita," tutup Hatta.

Terkait dengan pengembangan energi baru dan terbarukan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, menyebutkan, hari Senin (19/12/2011), akan ada penandatangan nota kesepahaman dengan Menteri Kehutanan terkait dengan eksplorasi energi panas bumi (geotermal).

"Hari senin kita akan menandatangani MoU dengan Menteri Kehutanan. Jadi, ada 28 titik geotermal yang akan kita eksplorasi. Sehingga semua (energi baru dan terbarukan akan) berkembang," ujar Jero. Penandatanganan nota kesepahaman ini dinilai cukup olehnya untuk memulai eksplorasi panas bumi.

Kesepakatan dengan Kementerian Kehutanan sangat diperlukan karena eksplorasi panas bumi berkaitan dengan hutan lindung. "Kalau tidak ada kekompakan antar Menteri Kehutanan dengan Menteri ESDM, itu namanya bottlenecking, nyangkut di situ, nge-lock. Nah ini yang mau kita urai," sebut Jero.

Source: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/12/16/21271230/Tahun.2025.Energi.Baru.dan.Terbarukan.Kalahkan.Minyak

 

=======================================================================================

Potensi Investasi Energi Baru Dan Terbarukan di Indonesia

JAKARTA. Indonesia membutuhkan dana investasi untuk pengembangan energi baru dan terbarukan sebesar Rp 134,6 triliun. Kebutuhan investasi tersebut selama 15 tahun ke depan dan tercantum dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011-2025.

Dana tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan energi baru terbarukan di lima koridor yaitu Sumatera Rp 25,06 triliun, Jawa Rp 86,3 triliun, Sulawesi Rp 15,77 triliun, Bali-Nusa Tenggara 2,64 triliun serta Papua-Maluku Rp 4,83 triliun.

Pelaksana Harian Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kardaya Warnika mengatakan, pengembangan energi baru terbarukan merupakan program prioritas pemerintah untuk memasok energi alternatif bagi masyarakat. “Dana itu untuk investasi infrastruktur maupun untuk pembangkitnya,” ujar Kardaya.

Menurut dia pemerintah tengah berupaya untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan di masyarakat dengan melakukan berbagai inovasi. Salah satunya yaitu mengganti lampu-lampu penerangan jalan di seluruh Indonesia dengan lampu penerang jalan tenaga surya (solar cell).

Kementerian Energi juga mengusulkan agar listrik yang dipakai di pusat perbelanjaan tidak lagi berasal PT PLN (Persero), namun diganti listrik dari tenaga sinar matahari dengan memasang panel surya di atas atap mal-mal yang ada di kota-kota besar.

Potensi energi baru di Indonesia sangat besar. Panas bumi misalnya, Indonesia merupakan negara dengan potensi panas bumi terbesar di dunia dengan potensi sebanyak 29.038 Megawatt. Sayangnya yang baru dioptimalkan hanya sebanyak 4 persen atau 1.189 Megawatt.

Sementara untuk pengembangan bahan bakar nabati, pemerintah akan lebih mengutamakan pengembangan biofuel dengan bahan baku yang tidak dimanfaatkan untuk pangan seperti cangkang kelapa sawit dan jarak.

“Kalau bahan baku biofuelnya bisa dimakan, maka akan berkompetisi dengan industri makanan sehingga harga beli bahan baku lebih tinggi,” pungkasnya.


Source: http://indonesiacompanynews.wordpress.com/2011/07/13/potensi-investasi-energi-baru-dan-terbarukan-di-indonesia-mencapai-rp-1346-triliun/

=======================================================================================

PLN menggunakan lampu SEHEN untuk Indonesia Timur

 Penggunaan lampu Super Ekstra Hemat Energi (SEHEN) untuk masyarakat Indonesia Timur yang tinggalnya masih jauh dari jangkauan transmisi listrik PLN bakal lebih hemat ketimbang menggunakan petromax. Penghematannya bisa mencapai Rp 55 ribu per bulan.Demikian disampaikan oleh Direktur Operasi Indonesia Timur, Vickner Sinaga yang ditemui di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (8/4/2011).”Dengan lampu hemat energi (Lampu SEHEN) jelas bisa melistriki Indonesia Timur dan meningkatkan rasio elektrifikasi. Keuntungannya adalah dengan lampu SEHEN mereka hanya bayar Rp 35 ribu per bulan. Kalau sehari-hari sebelumnya pakai Petromax, mereka harus mengeluarkan dana Rp 90 ribu per bulan untuk membeli minyak tanah,” kata Vickner.Selain pelanggan yang diuntungkan, lanjut Vickner, PLN juga bisa diuntungkan karena kenaikan rasio elektrifikasi. Sementara bank juga diuntungkan karena penggunaan lampu SEHEN itu ditransaksikan via bank.”Jadi calon pelanggan bisa untung dan rasio elektrifikasi PLN juga naik. Bank daerah juga untung, karena cara mereka berlangganan lampu SEHEN dengan membayar Rp 500 ribu ke bank (menaruh deposit, dan dipotong Rp 35 ribu per bulan),” ujarnya.Terkait rasio elektrifikasi untuk daerah yang masih 30%, Vickner mengatakan bahwa dengan menerapkan distribusi penggunaan lampu SEHEN tersebut, maka rasio elektrifikasi bisa tercapai hingga 60%. “Sampai Maret rasio elektrifikasi masih sekitar 31%. Malah tahun 2009 sekitar 24%. NTB ingin kita naikkan 7%, biasanya kan setahun naiknya 2%. Tahun 2011 kita naikkan menjadi 71% sekitar 20%. Ini untuk NTT, NTB, Kalteng, Maluku, dan beberapa wilayah yang masih jauh dari jaringa,” jelasnya.Vickner menambahkan, pengguna lampu SEHEN kini sudah mencapai 1.234 pelanggan. PLN berharap bisa menyambung listrik pelanggan dengan SEHEN ini hingga 340 ribu pada tahun 2011.”Saat ini, sudah sebanyak 1234 pelanggan menggunakan lampu SEHEN. Ini sudah dimulai sejak akhir tahun 2010 lalu. Rencananya tahun ini untuk wilayah NTT ingin terpasang hingga 120 ribu. Demikian juga untuk wilayah NTB,” katanya.

(sumber: hileud.com)

 

=======================================================================================

LAMPU “SEHEN” HEMAT BIAYA DAN ENERGI

 

Atambua-SI. Lampu sehen adalah salah satu sarana kelistrikan yang dipasang dengan biaya yang sangat relative murah dan hemat energy dibanding dengan pemasangan melalui sarana sistim kelistrikan yang ada selama ini. Demikian hal ini disampaikan Kepala PLN Cabang Kupang Ranting Atambua, Didakus Tupen Beko ketika ditemui diruang kerjanya belum lama ini.

Menurut dirinya bahwa dalam rangka mewujudkan rasio elektrifikasi di Propinsi NTT khususnya Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga timor leste sebesar 60 % pada akhir tahun 2011, maka perlu diadakan sosialisasi kepada masyarakat Belu untuk memasang sarana kelistrikan yang mudah dipasang yakni, panel surya bekerjasama dengan Bank pemerintah Daerah (BPD) Atambua dengan PLN Ranting Atambua.

“Saya minta untuk semua pihak agar turut berpatisipasi mengimformasikan hal ini kepada masyarakat luas terlebih bagi Desa atau Dusun yang sulit dijangkau dengan sarana kelistrikan dari PLN yang ada sekarang, untuk segera memasukan permohonan pemasangan, dan usulan itu boleh diketahui Kapala Desa atau Kepala Dusun ataupun oleh salah satu tokoh masyarakat atau Ketua suku yang mewakili warga disertai dengan tandatangan calon pelanggan sebagai bukti TUL I-01, dengan persyaratan bagi pelanggan yang ingin memasang panel surya diminta untuk buka buku rekening lewat Bank Pemerintah Daerah (BPD) Atambua dengan dilampiri foto kopi KTP satu lembar sebagai persyaratan administrasi," ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa untuk buka buku rekening Bank yang ditunjuk adalah Bank BPD Atambua, dengan minimal saldo  awal Rp.500.000 / KK. Adapun manfaat dari buka rekening tersebut untuk membayar iuran sebesar Rp. 35.000/bulan yang akan dipotong secara otomatis selama empat belas bulan, sehingga para pelanggan tidak disibukan dengan tagihan setiap bulan berjalan, dan program penerangan lampu sehen tidak dikenakan biaya penyambungan, pintahnya. “Bagi pelanggan program penerangan lampu sehen menjadi pelanggan tetap PLN dengan tariff R1K–12 VA, dimana K=kode pembeda khusus dengan tiga mata lampu, dan tagihan listrik abonemen bulanan dilakukan secara autodebet (pembayaran melalui sistim PPOB) sebesar Rp. 35.000 / bulan.

Pergantian perlengkapan penerangan lampu sehen (lampu sehen/panel surya) apabila terjadi kerusakan atau tidak bekerja sebagaimana mestinya menjadi tanggung jawab pihak PLN, dan apabila suatu saat jaringan listrik PLN sudah sampai pada lokasi para pelanggan, maka pelanggan tersebut akan secara otomatis diimigrasikan ke pelanggan tarif R1–450 VA, jelasnya.

Untuk memperlancar pemasangan panel surya itu dirinya sangat mengharapkan kepada seluruh jajaran insan pers yang ada diwilayah Kabupaten Belu agar dapat membantu mensosialisasikan Panel surya ini kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat yang ada di pedalaman yang susah dijangkau dengan sarana kelistrikan, sehingga masyarakat bisa mengajukan permohonan pemasangan yang ditujukan kepada Kantor PLN Ranting Atambua jalan Cut Nyak Dien Tatakiren, harapnya.  (Anis Ikun)

( Sumber:  suryainside.com )

 

Copyright 2010-2014, CV. Berkat Energy Sollusindo. Design by www.winiustech.com. All Right Reserved.